Thursday, May 03, 2007

Mendengar suara lonceng yang dibawa gelombang dari dasar laut

Ksatria Cahaya

Minggu lalu saat saya berkunjung di kantor CRS Yogya, dan saya diberi sebuah buku oleh Pipin, yaitu "Kitab Suci Ksatria Cahaya" karya Paulo Coelho. Pengarang tersebut juga mengarang sebuah buku laris internasional yg berjudul "The Alchemist atau Sang Alkemis". Matur tengkiyu peri2 mat ya Mbak Pipin.

Hasil karya Paulo Coelho banyak bercerita mengenai sebuah perjalanan petualangan yg bernuansakan spiritual. Hubungan antara manusia, diri sejati manusia, alam semesta, keajaiban-keajaiban dll adalah hal biasa di dalam karya Coelho ini. Gaya penceritaannya sederhana dan mudah dimengerti, sehigga cepat dipahami oleh sebagian besar kalangan. Akan tetapi, utk dapat memahami aspek-aspek spiritual dari karya Coelho memang memerlukan waktu dan pemahaman diri sejati yg lebih luas daripada manusia pada umumnya.

Buku "Kitab Suci Ksatria Cahaya" berisi kisah-kisah sangat pendek tentang perenungan spiritual. Siapa itu "Ksatria Cahaya"? Menurut Coelho dalam buku ini, Ksatria Cahaya adalah: "Ia adalah orang yang mampu memahami keajaiban hidup, yang berjuang sampai titik darah penghabisan untuk sesuatu yang ia percayai, dan mendengar suara lonceng yang dibawa gelombang dari dasar laut". Tambah Coelho lagi, "Setiap orang mampu menjadi seorang ksatria. Dan walau tak ada seorang pun yang mengira diri mereka sebagai seorang ksatria, tapi sebenarnya mereka adalah para ksatria".

Apa beda antara manusia biasa dengan Ksatria Cahaya menurut Coelho di dalam buku itu? Uraian mengenai "kemenjadian" seseorang menjadi Ksatria Cahaya dapat ditemui pada bagian Prolog. Begini ceritanya:

Ada anak laki-laki yg hidup di tepi pantai. Suatu hari anak ini bertemu dg seorang perempuan yg menyarankan dia agar pergi ke pantai sebelah barat desanya utk mendengarkan suara lonceng dari sebuah kuil yg sudah tenggelam di dasar laut. Anak laki-laki ini kemudian pergi dan duduk di pantai dan berusaha keras mendengarkan suara-suara, adakah suara lonceng diantaranya. Berbulan-bulan dia melakukan hal ini, duduk diam guna mendengarkan suara-suara alam.

"Walaupun ia masih belum mampu mendengar suara lonceng dari kuil tua, anak itu belajar hal-hal lain. Ia mulai sadar bahwa ia telah tumbuh dengan begitu terbiasa pada suara gelombang yg tidak lagi mengalihkan perhatiannya. Dan lagi, ia jadi lebih terbiasa dengan tangisan anjing laut, dengungan lebah, dan angin yg berhembus di antara pohon-pohon kelapa."

Anak-anak di desa itu sering mengejek dia. Para nelayan menyarankan agar dia melupakan niatannya guna mendengarkan lonceng, memang bertahun-tahun lalu ada sebuah kuil dg bunyi loncengnya yg indah tapi sekarang kuil itu sudah lama sekali tenggelam di dasar laut. Tapi anak laki-laki ini tetap saja melakukan tugasnya dg tekun.

Setelah hampir satu tahun berlalu tanpa ada satu pun bunyi lonceng yg dapat didengarnya, anak laki-laki ini berpikir utk mengakhiri tugasnya itu. Anak itu berpikir, "Mungkin mereka benar. Aku akan lebih baik tumbuh dan menjadi seorang nelayan dan turun ke pantai setiap pagi, karena aku telah mencintai tempat ini." Dan ia berpikir pula, "Mungkin ini hanya legenda lain belaka dan lonceng itu telah hancur selama gempa bumi dan semenjak itu tidak pernah berbunyi lagi."

Setelah berpikir demikian, anak laki-laki ini melepaskan segala sesuatunya dan memutuskan utk segera pulang ke rumahnya. Sebelum pulang dia terjun ke laut, berenang-renang dg tanpa beban. "Anak itu bahagia, dan seperti yang hanya bisa diperbuat oleh seorang anak, ia merasa bersyukur telah hidup di dunia ini. Ia yakin tidak membuang waktunya dg sia-sia karena telah belajar merenungkan alam dan menghormatinya."

Dan ............, diantara suara-suara lautan, ia mendengar suara lonceng pertama. Dan kemudian suara lonceng yg lain. Dan pada puncaknya semua lonceng dari kuil yg tenggelam itu berbunyi semua dg indahnya.

Kembali pada pertanyaan: apa yg membedakan manusia biasa dg Ksatria Cahaya? Apakah setiap orang yg "mampu memahami keajaiban hidup", orang yg "berjuang sampai titik darah penghabisan untuk sesuatu yang ia percayai" adalah juga seorang Ksatria Cahaya? Saya pikir tidak otomatis demikian. Langkah penting orang biasa berubah menjadi seorang Ksatria Cahaya adalah ia "mendengar suara lonceng yang dibawa gelombang dari dasar laut".

Dalam bahasa lain dlm pengertian yg sama dg "mendengar suara lonceng yang dibawa gelombang dari dasar laut" adalah pencerahan, pengalaman puncak gunung, sadar, bangun, tao, mengerti, manunggaling kawulo gusti, insan kamil, dll. Ini merupakan pengalaman pertama yg menjadi dasar dari "kemenjadian" seorang Ksatria Cahaya.

Coelho menambahkan lagi, "Setiap orang mampu menjadi seorang ksatria. Dan walau tak ada seorang pun yang mengira diri mereka sebagai seorang ksatria, tapi sebenarnya mereka adalah para ksatria". Setiap orang memang berpotensi utk menjadi ksatria. Setiap orang memang mampu utk menjadi ksatria. Tapi ada perbedaan sangat besar antara ksatria yg tidak pernah mengalami "mendengar suara lonceng yang dibawa gelombang dari dasar laut" dan ksatria yg pernah mengalami secara sadar mendengar "mendengar suara lonceng yang dibawa gelombang dari dasar laut". Perbedaan ini sebesar jarak antara bumi dg langit. Perbedaan ini seperti perbedaan antara binatang dg manusia, sama-sama makhluk hidup, tapi binatang tidak punya kesadaran akan eksistensi dan manusia yg sadar akan eksistensinya.

Apa sebutan lain utk Ksatria Cahaya? Paulo Coelho adalah sastrawan sufi. Oleh karena itu dia sering menggunakan istilah yg indah. Dalam bahasa sederhana, Ksatria Cahaya adalah setiap orang yg telah tercerahkan, orang yg sadar akan diri sejatinya. Dan ini di dalam semua budaya dan agama ada istilahnya masing-masing, yang pengertian dasarnya adalah sama dan sebangun.

Dalam bagian Prolog dari buku "Kitab Suci Ksatria Cahaya" ini sebenarnya dapat dipelajari mengenai proses "kemenjadian" Ksatria Cahaya tsb. Hal-hal seperti apa yg diperlukan utk dapat "mendengar suara lonceng yang dibawa gelombang dari dasar laut". Akan tetapi, sebelum saya uraikan hal-hal itu lebih lanjut, bagaimana pendapat kawan-kawan mengenai Ksatria Cahaya dan proses "kemenjadian" Ksatria Cahaya?

Apakah engkau pernah "mendengar suara lonceng yang dibawa gelombang dari dasar laut"?

salam,
djuni

1 Comments:

Blogger lelaki_sendiri said...

bang djuni saya.. saya sangat harapkan bimbingannya.
bond_boriz@yahoo.com

Saturday, July 28, 2007 4:48:00 PM  

Post a Comment

<< Home